Blog-ku

Posted by Daniel on Mar 13, '07 4:42 AM for everyone

Ust.Drs.H.Diauddin, M.M

Daarut Tauhiid Jakarta

Tuesday, 13 March 2007

 

1. Dari Segi Bahasa

 

Islam berasal dari ASLAMA YUSLIMU ISLAMAN Artinya :

- Ketaatan dan kepatuhan

- Kedamaian dan keamanan

- Melepaskan diri dari penyakit lahir dan batin

 

Penjelasannya:

a) Ketaatan dan kepatuhan

Salah satu arti Islam adalah ketaatan dan kepatuhan. Kaitan arti Islam ini adalah dalam berhubungan dengan Alloh (hablum minalloh). Jadi yang dimaksud dengan ketaatan dan kepatuhan di sini adalah ketaatan dan kepatuhan kepada Alloh. Wujud dari ketaatan dan kepatuhan kepada Alloh adalah menuruti segala perintah Alloh dan menjauhi segala larangan Alloh.

 

b) Kedamaian dan keamanan

Salah satu arti Islam adalah kedamaian dan keamanan. Kaitan arti Islam ini adalah dalam berhubungan sesamam manusia dan lingkungan hidup. Jadi Islam turun untuk mendatangkan kedamaian dan keamanan bagi manusia dan lingkungan hidup. Prilaku-prilaku islami adalah prilaku-prilaku yang mendatangkan kedamaian dan keamanan bagi manusia dan lingkungan hidup.

 

c) Melepaskan diri dari penyakit lahir dan batin

Kaitan arti Islam ini adalah dalam berhubungan dengan diri sendiri. jadi yang dimaksud dengan melepaskan diri dari penyakit lahir dan batin adalah melepaskan diri dari penyakit lahir dan batin manusia itu sendiri.

Penyakit lahir yaitu perbuatan-perbuatan lahir yang tidak baik (dosa) yang biasa dilakukan.

Penyakit batin yaitu penyakit hati atau sikap dan perbuatan hati yang tidak baik (dosa).

Islam menuntut pada manusia agar selalu melepaskan diri dari penyakit lahir dan batin.

 

Dari ketiga arti tersebut, kehadiran Islam di dunia ini yang inti adalah untuk menjadikan manusia bersih lahir dan batinnya, hanya menyembah Alloh dan prilaku hidupnya mendatangkan kedamaian dan keamanan bagi sesama manusia dan lingkungan hidupnya.

 

2. Dari Segi Istilah

 

Islam adalah agama samawi (langit) yang diturunkan oleh Alloh SWT melalui utusan-Nya, Muhammad SAW, yang ajaran-ajarannya trdapat dalam kitab suci Al Qur'an dan sunnah dalam bentuk perintah-perintah, larangan-larangan dan petunjuk-petunjuk untuk kebaikan manusia, baik di dunia maupun di akhirat.

 

Penjelasannya:

- Agama Islam adalah agama yang berasal dari Alloh yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dan disampaikan kepada umat manusia.

- Ajaran-ajaran agama Islam terdapat dalam Al Qur'an dan Al Hadits.

- Isi dari ajaran-ajaran Islam merupakan petunjuk untuk kebaikan manusia di dunia dan akhirat.

- Jadi Alloh menurunkan agama Islam adalah untuk kebaikan manusia di dunia dan akhirat. Dengan demikian agama Islam adalah agama yang mendatangkan kebaikan di dunia dan akhirat.

 

3. Berdasarkan Sabda Nabi SAW

 

Umar bin Khothob r.a. berkata: Ketika kami berada di sisi Rosululloh SAW, tiba-tiba kami didatangi oleh seorang laki-laki yang sangat putih bajunya dan sangat hitam rambutnya, hingga tak kelihatan pada dirinya bekas perjalanan yang melelahkan. Tidak seorangpun dari kita mengenalnya, sehingga ia duduk di samping Nabi SAW dan kedua lututnya disandarkan pada lutut Nabi. Kedua tangannya diletakkan di atas kedua lutut Nabi sambil menanyakan:

 

Yaa Muhammad, mal islaam?

 

Artinya: Ya Muhammad, apakah Islam itu?

 

Maka Nabi SAW menjawab:

Al islaamu antsyhada anlaa ilaaha illallahi wa anna muhammadar rosuulullahi wa tuqiimus sholat wa tu'tiz zakaata wa tasuuma romadhoona wa tahajjul baita inistatho'tu ilaihi sabiila

 

Artinya:

Islam itu adalah:

- Hendaklah kamu bersaksi bahwa tiada tuhan yang patut disembah melainkan Alloh dan bahwa sesungguhnya Muhammad itu utusan Alloh.

- Dan hendaklah kamu mendirikan sholat

- Dan hendaklah kamu memberikan zakat.

- Dan hendaklah kamu berpuasa di bulan romadhon

- Dan hendaklah kamu mengerjakan haji ke Baitulloh kalau kamu dapat menjalankannya jika mampu)

 

Laki-laki itu berkata: "Engkau benar."

 

Maka kami heran padanya, ia menanya Nabi SAW (seakan-akan ia belum tahu) dan ia membenarkannya (seperti orang yang tahu).

Laki-laki itu bertanya lagi tentang iman dan ihsan dst.

Setelah peristiwa itu, Umar berkata: "Lalu lama saya diam."

Kemudian beliau (Nabi) bertanya: "Ya Umar, tahukah engkau siapa orang yang bertanya itu?"

Kataku: "Alloh dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui."

Nabi bersabda: "Sesungguhnya itu Jibril. Ia datang kepadamu untuk mengajarmu tentang agamamu." (HR Muslim)

 

Penjelasannya:

Jawaban Nabi atas pertanyaan malaikat Jibril tentang Islam. Itu adalah pokok-pokok Islam atau dikenal dengan rukun Islam. Islam sebenarnya bukan cuma itu. Tapi yang pokok adalah itu.

Kalau kita mau mengamalkan Islam, mulailah dari yang pokok itu dan dikerjakan dengan sebenar-benarnya. Insya Alloh nantinya akan berkembang dan akhirnya berjalan menuju ke kesempurnaan Islam yaitu ajdi muslim kaffah (total).

 


Posted by Daniel on Oct 27, '06 7:19 PM for everyone

" Pada hari di mana harta dan anak-anak tidak bermanfaat . Kecuali manusia yang datang kepada Allah dengan Hati yang Selamat (Sehat). “

 QS: ASY SYU'ARAA :88-89

 

" Ingatlah ! Bahwa dalam tubuh itu ada segumpal darah. Bila ia baik, maka baiklah seluruh tubuhnya; dan bila ia rusak, maka rusak jugalah seluruhnya. Itulah Qalbu ! "

HR Bukhari dan Muslim

 

 

Bagaimana Hati dapat bersinar, sementara gambar dunia terlukis di dalam cerminnya ?

Atau, bagaimana hati dapat berangkat menuju Allah

bila ia masih terbelenggu oleh syahwatnya ?

Atau, bagaimana hati akan antusias menghadap ke hadirat Allah  bila ia belum suci dari janabah “kelalaiannya” ?

Atau, bagaimana hati mampu memahami kedalaman misteri gaib padahal ia belum bertobat dari kesalahannya ?

Ibn 'Ata'llah

 

 

Jika hati seseorang telah diberi makanan berupa zikir dan diberi minum berupa takafur, serta bersih dari penyakit duniawi, maka akan tampak berbagai hikmah & keajaiban .

Jagalah hati dari bersemainya bibit kesombongan dan kedengkian, sebab jika bibit-bibit seperti itu tumbuh, maka lambat laun hati kita akan mati.

AA Gym

 


Posted by Daniel on Oct 27, '06 7:04 PM for everyone


Assalaamu'alaikum wa Rahmatullaahi wa Barakaatuh

Segenap Keluarga Besar

Daniel Suryo
Mengucapkan :

Taqobbalallaahu minnaa wa minkum Shiyamanaa wa shiyamakum

Lewat Ungkapan Kalbu Bersama Kita Mengikis kekhilafan

Selamat Idul Fitri - 1 Syawwal 1427 H
Minal 'Aidin Wal fa'idzin
Semoga Seluruh Amal Ramadhan Kita Diterima Disisi Allah SWT

Mari kita bulatkan tekad untuk membuka
lembaran baru dalam hidup ini, yang kita isi
hanya dengan catatan-catatan terbaik, lalu
lanjutkan dengan kegigihan menjaga diri

Wassalaamu'alaikum wa Rahmatullaahi wa Barakaatuh


Posted by Daniel on Sep 26, '06 5:10 AM for everyone

24 Jam Bersama Orang-orang Shalih di Bulan Ramadhan

.....Bulan Ramadhan....

Hari demi harinya adalah rentang waktu lipatan pahala yang tak ada batasnya.
Jam demi jamnya adalah rangkuman kasih sayang Allah swt kepada hamba-hamba-Nya. Menit demi menitnya adalah hembusan angin surga yang begitu menyejukkan.Detik demi detiknya adalah kesempatan yang tak ternilai dibandingkan seumurhidup kita.Maka, mengagendakan aktifitas selama bulan Ramadhan menjadi sangat penting. Disiplin dan hati-hati menjalani hari-harinya harus menjadi tekad dalam hati semua hamba Allah swt yang menghendaki maghfirah dan hidayah-Nya. Berikut ini adalah contoh bagaimana kita melewati hari demi hari yang penuh kemuliaan itu. Dengan mengikuti kebiasaan dan perkataan Rasulullah, para salafusholih dan juga para ulama yang begitu menyadari kemuliaan Ramadhan, Semoga Allah swt menguatkan kita untuk menjadi alumni Ramadhan yang berhasil.

 

....Waktu Sahur hingga Subuh....

Bangunlah sebelum fajar, sekitar pukul 03.00 pagi. lni adalah waktu sepertiga malam terakhir yang istimewa. Lakukan shalat qiyamul lail beberapa rakaat. Jangan lupa bangunkan keluarga untuk shaiat ma1am. Umar bin Khaththab ra biasa mengerjakan shalat malam. Apabila tiba pertengahan malam, beliau segera mernbangunkan keluarganya untuk shalat. la berseru: "Shalat, shalat!" seraya membacakan ayat ini: "Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerja-kannya. Kami tidak meminta rizki kepadamu, Kami1ah yang memberi rizki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertaqwa." (Qs. Thoha:132)Banyak di antara kita yang lalai melewati waktu ini dengan istirahat dan
tidur, lalu segera makan sahur. Mungkin karena menganggap ibadah shalat tarawih
sudah dilakukan setelah isya. Padahal waktu-waktu sepertiga malam seharusnya tetap bisa dihidupkan lebih banyak daripada bulan-bulan lain.Pada waktu inilah, disebutkan dalam hadits Rasulullah saw, "Rabb kami turun setiap malam ke langit dunia saat sepertiga malam terakhir dan berkata: "Siapa yang berdo'a kepada-Ku, Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, Aku beri. Siapa yang memohon ampun kepada-Ku, Aku ampuni dia." (HR./amaah)"Barangsiapa yang menunaikan qiyamul lail pada bulan Ramadhan karenakeimanan dan mengharapkan pahala, niscaya akan diampuni dosa-dosa-nya yang telah lalu." (HR Bukhori dan Muslim)Dalam Al Qur'an, Allah swt berfirman: "Dan hamba-hamba yang baik dari Rabb Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, merekamengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan. Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Rabb mereka." (Al-Furqan :63-64) Setelah itu kita bisa menunaikan makan sahur yang memang disunnahkan oleh Rasulullah saw. Jangan lupa tanamkanlah niat dan ikhlaskanlah berpuasa pada siang hari nanti. LaIu bersiap untuk shalat Subuh berja-maah di masjid dan berangkatlah lebih awal. Di masjid sibukkanlah diri dengan memper-banyak istighfar. Aktifitas seperti ini disebutkan dalam Al Qur'anul Karim, "...wal mustaghfiriina bil ashaar.," Pada waktu sahur kita memang dianjurkan banyak berdo'a, karena waktu sahur termasuk waktu diijabahnya do'a seorang hamba. Setelah azan subuh dirikanlah shalat dua rokaat sebelum subuh. Kemudian tunaikanlah shalat Subuh berjamaah.


....Setelah Subuh....

Berhati-hatilah dari terpaan rasa kantuk bila kita tidak terbiasa bangunlebih pagi
pada hari-hari yang lain. Berusahalah untuk tidak tidur dalamruas waktu setelah
subuh hingga terbit matahari. Para salafushalih sangat tidak menyukai tidur pada waktu itu. Ibnul Qayyim Al Jauziyah dalam Madarijus Salikin menyebutkan, "Di antara tidur yang tidak disukai menurut mereka ialah tidur antara shalat subuh dan terbit matahari, karena iamerupakan waktu untuk memperoleh hasil. Bagi perjalanan ruhani, pada saat itu terdapat keistimewaan besar, sehinga seandainya mereka melakukanperjalanan (kegiatan) semalam suntuk pun, belum tentu dapat menandinginya." Jika kita sangat dibebani kantuk, bertahanlah dan bersabarlah, karenabiasanya kebiasaan itu akan terbentuk setelah tiga hari kita melakukan suatu ritme yang berbeda. Selanjutnya, insya Allah kita tidak akan merasakan kantuk sedahsyat sebelumnya.

Duduklah berdzikir setelah subuh hingga matahari terbit adalah sunnah. Dari Abu Umamah Ra dikatakan bahwa Rasulullah saw bersabda, "Barangsiapa yang shalat subuh berjamaah kemudian duduk berdzikir kepada Allah sampai terbitnya matahari, kemudian berdiri dan shalat dua rakaat, maka ia akan memperoleh pahala haji dan umrah." Waktu ba'da subuh hingga matahari terbit adalah waktu yang penuh barakah yang seharusnya benar-benar dipelihara oleh setiap mukmin. Peliharalah waktu itu dengan mengisinya melalui tilawatul Quran satu juz dalam satu hari, berdzikir atau menghafal. Inilah yang dilakukan Rasulullah saw selesai menunaikan shalat Subuh, bahwa ia selalu duduk di tempat shalatnya hingga terbit matahari." (HR. Muslim)

Imam At-Tirmidzi meriwayatkan sebuah hadits dari Anas bin Malik dari
Rasulullah, bahwa beliau bersabda: "Barangsiapa shalat fajar berjama'ah di masjid,
kemudian tetap duduk berdzikir mengingat Allah, hingga terbit matahari lalu shalat
dua rakaat (Dhuha), maka seakan-akan ia mendapat pahala haji dan umrah dengan sempurna, sempurna dan sempurna." (Dinyatakan shahih oleh Al-Albani)

Hal ini berlaku pada setiap hari, maka bagaimana pula bila dilakukan pada bulan Ramadhan. Berusahalah mendapatkan pahala yang agung ini. Dengan tidur malam yang cukup dan meneladani orang-orang shalih. Senantiasa bersungguh-sungguh dalam mencari keridhaan Allah SWT, dan selalu bertekad untuk mencapai derajat yang tinggi di dalam Surga.

....Sholat Dhuha....


SholaT dhuha disebutkan oleh Rasulullah, adalah shalatnya orang-orang awwabin, yakni orang-orang yang kembali kepada Allah swt. Waktunya mulai meningginya matahari sepanjang tombak. Menurut hadits shahih, shalat dhuha dilakukan paling sedikit dua rakaat dan paling banyak delapan rakaat.

Saat bekerja:

Banyak di antara kita yang tetap memiliki rutinitas mencari nafkah, belajar dan bekerja di bulan ini. Bekerjalah dengan penuh sema-ngat dan teliti. Selingilah waktu-waktu bekerja dengan berdzikir dan tidak meninggalkan shalat berjamaah di awal waktu. Teruslah berusaha menambah amal-amal sunnah yang bisa dilakukan di saat bekerja. Seperti mengajak orang lain kepada kebaikan, bersedekah, ikut berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan di masjid kantor pada bulan Ramadhan, dan sebagainya. Ingatlah sabda Rasulullah saw, "Seluruh amal ibadah bani Adam adalah milik-nya, dan setiap kebaikan akan dibalas 10 kali lipat hingga 700 kali lipat. Allah Subhanahu wa Ta'ala
berkata: "Kecuali ibadah puasa, sesungguhnya ia adalah milik-Ku dan Akulah yang langsung membalasnya. Seorang yang berpuasa telah menahan diri dari syahwat, makanan dan minumannya karena Aku semata. Ada dua kegembiraan bagi orang yang berpuasa, kegembiraan saat berbuka dan kegembiraan tatkala bertemu dengan Allah. Dan sungguh bau muiut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada aroma minyak kesturi." (HR.Bukhari dan Muslim)

Pertengahan siang :

Berusahalah untuk beristirahat sekitar 15-30 menit menjelang atau sesudah waktu shalat Zuhur. Istirahat dan tidur pada rentang waktu ini disebut dengan qailulah. Rasulullah saw dan para salafushalih biasa melakukan qailulah. Imam Al Ghazali menyebutkan bahwa qailulah merupakan simpanan energi bagi mereka yang ingin melakukan qiyamul lail pada hari itu. Waktunya tidak lebih dari setengah jam. Tapi manfaatnya akan terasa saat kita bangun malam.

....Waktu Asar.....

Shalatlah berjamaah di masjid. Ingatlah lipatan pahala di bulan ini, minimum adalah
70 kali lipat dari kebaikan di bulan selainnya. Bila usai shalat saat bekerja sudah selesai, lakukanlah kajian-kajian keislaman, baik dengan membaca buku, diskusi, mendengarkan ceramah, mendengar kajian melalui kaset, atau lainnya.
Banyak tema yang bisa kita perdalam pada kesempatan ini, misalnya tema-tema "pelembut jiwa dan hati". Informasi ini bisa diambil dari hadits-hadits Nabawi atau dari tafsir Al Qur an. Mendengarkan kajian Islam melalui kaset bisa menjadi alternatif baik karena bisa dilakukan sambil mengerjakan pekerjaan rumah yang lain. Lakukan hal ini sampai menjelang maghrib untuk bersiap dzikir sore. Segeralah berbuka kemudian shalat maghrib di masjid. Setelah shalat maghrib lanjutkan berbuka puasa ala kadarnya. Jangan terlalu kenyang.

 

 


....Waktu Magrib/Berbuka Puasa....

Bersyukurlah secara lebih mendalam kehadirat Allah swt. Bahwa kita diberikan karunia untuk bisa menyelesaikan hari dengan berpuasa. Jangan lupa berdo'a dengan khusyu ketika berbuka. Ada sebuah doa yang tidak tertolak bagi orang yang berpuasa saat berbuka. Berbukalah dengan tegukan-tegukan air manis diiringi dengan kesyukuran di dalam hati. Sebaiknya kita tidak segera melanjutkan berbuka dengan makanan berat. Tundalah sebentar makanan berbuka kita, untuk menunaikan shalat magrib berjamaah dimasjid. Ingatlah kenapa kita penting mempertahankan ibadah shalat berjamaah di masjid. Usai berjamaah, lanjutkan berbuka dengan memakan makanan lebih berat. Jangan terlalu banyak, makanlah secukupnya saja.

.....Waktu Isya.....

Segeralah pergi menunaikan shalat isya dan tarawih di masjid. Berusahalah untuk disiplin melakukan shalat isya dan tarawih di masjid, apapun keadaannya. Jika harus terha-langi oleh kegiatan yang mendesak, lakukan shalat tarawih segera setelah kita selesai menunaikan kegiatan tersebut. Setelah itu pulanglah ke rumah untuk bertemu dan ber-bincang-bincang dengan keluarga. Mungkin juga pada saat itu kita menyimak perkem-bangan berita namun tidak terlena hingga melewati jam 10 malam. Tidurlah segera,
semampunya. Sebaiknya kita menyempurnakan shalat tarawih bersama imam, agar kita
termasuk orang-orang yang menghidupkan Ramadhan dengan shalat malam. Rasulutlah Saw bersabda: "Siapa saja yang shalat tarawih bersama imam hingga selesai, akan ditulis baginya pahala shalat semalam suntuk." (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasai dan Ibnu Majah) Lakukanlah ini terus menerus sepanjang 20 hari pertama bulan Ramadhan. Untuk kaum Muslimah tentu saja agenda di atas bisa dilakukan di rumah. Tapi untuk shalat isya dan tarawih bisa dilakukan di masjid. Ingat juga, agar kita lebih banyak mendengarkan kajian Islam maupun tilawah Al Quran di rumah di sela-sela mengurus pekerjaan rumah.

.....Setelah 20 Hari Ramadhan.....

Rasulullah biasa beri'tikaf selama sepuluh hari setiap bulan Ramadhan. Pada tahun beliau wafat, beliau beri'tikaf selama dua puluh hari. (HR. Al-Bukhari). I'tikaf adalah ibadah yang menghimpun berbagai jenis ibadah lainnya. Saik tilawah Al-Qur'an, shalat, dzikir,
do'a, tadabbur dan lain-lain. Bagi kita yang belum pernah melaksanakan i'tikaf, mungkin membayangkan I'tikaf adalah ibadah yang berat dan sulit. Bagaimana mungkin kita bisa
menjalani hidup selama 10 hari di masjid? Bagaimana dengan keperluan harian kita?
Bagaimana juga dengan keluarga di rumah? Padahal sebenarnya jika dijalankan dengan penuh keikhlasan dan tekad yang sungguh-sungguh, i'tikaf tidak sesulit yang dibayangkan. Allah swt akan mempermudah orang yang bersungguh-sungguh dan ikhlas menjalankan ibadah kepada-Nya. I'tikaf sangat dianjurkan pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan sekaligus untuk meraih malam Lailatul Qadar. I'tikaf adalah mengurung diri dan mengikatnya untuk  berbuat taat dan selalu mengingat Allah. Memutuskan hubungan dengan segala kesibukan-kesibukan duniawi. Mengurung hati dan jasmani hanya untuk Allah dan untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Tidak ada terbetik dalam hatinya sesuatu keinginan pun selain Allah dan yang mendatangkan ridha-Nya. Ibnul Qayyim ketika menjelaskan beberapa hikmah i'tikaf berkata: "Kelurusan hati dalam perjalanannya menuju Allah sangat bergan-tung kepada kuat tidaknya hati itu berkonsentrasi mengingat Aliah. Dan merapikan kekusutan hati serta menghadapkannya se-cara total kepada Allah. Sebab kekusutan hati hanya dapat dirapikan dengan menghadapkan secara total kepada Allah. Perlu diketahui bahwasanya makan dan minum yang berfe-bihan, kepenatan jiwa dalam berinteraksi sosial, terlalu banyak berbicara dan tidur akan menambah kekusutan hati bahkan dapat menceraiberaikannya, dan  menghambat perjalanannya menuju Allah atau melemahkan langkahnya. Maka sebagai konsekuensi rahmat Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengasih terhadap hamba-hambaNya, Allah mensyari'atkan ibadah puasa atas mereka untuk menghilangkan kebiasaan makan dan minum secara berlebih-lebihan serta membersihkan hati dari noda-noda syahwat yang menghalangi perjalanan-nya menuju Allah. Dan mensyariatkan i'tikaf yang inti dan tujuannya ialah menambat hati untuk senantiasa mengingat Allah,  menyendiri mengingat-Nya,menghen-tikan segala kesibukan yang berhubungan dengan makhluk, dan memfokuskan diri bersama Allah semata. Sehingga kegundahan dan goresan-goresan hati dapat diisi dan dipenuhi dengan dzikruflah, men-cintai dan menghadap kepada-Nya. Pelajarilah hukum I'tikaf dan tanamkanlah tekad untuk benar-benar bias menjalaninya selama sepuluh hari terakhir Ramadhan. Tak ada yang bisa menandingi keutamaan malam-malam I'tikaf sepanjang hidup kita. Perbanyak ibadah, seperti shalat, tilawah Al-Qur'an, membaca buku-buku agama, berdiskusi dan mengkaji masalah-masalah agama Islam dan lain-lain. Jangan terjerumus pada obrolan yang sia-sia, seperti berdebat, mencela, memaki dan lain-lain. Kaum wanita boleh beri'tikaf di dalam mas-jid. Jika terjaga dari fitnah dan diizinkan oleh suami. Hukum-hukum yang berkaitan dengan i'tikaf bagi kaum lelaki juga berlaku bagi kaum waniita. Hanya saja i'tikaf kaum wanita otomatis batal jika mereka haidh. Dan mereka boleh melanjutkannya kembali jika sudah suci. I'tikaf adalah sunnah Rasulullah. Maka, segeralah menghidupkan sunnah Nabi ini dan memasyarakatkannya di tengah-tengah keluarga, kerabat dekat, saudara-saudara dan teman-temanmu serta di tengah masyarakat.Rasulullah saw bersabda: "Barangsiapa menghidupkan salah satu sunnahku yang telah diabaikan, maka ia akan memperoleh pahala seperti orang yang mengerjakannya tanpa dikurangi dari pahala mereka sedikitpun." (HR. Tirmidzi). Di sisi lain beberapa faidah yang dapat dipetik dari sunnah i'tikaf ini adalah pembinaan jiwa dan melatihnya dalam mengerjakan ketaatan.


.....Mencari Malam Lailatul Qadr.....

Allah swt berfirman: "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu ? Malam kemuliaan
itu lebih baik dari seribu bulan." (Al-Qadr:1-3) Rasulullah saw bwesabda: "Barangsiapa yang bangun dimalam Lailatul Qadr karena keimanan dan keikhlasan, niscaya akan diampuni dosanya yang telah lalu." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam senantiasa mencari malam Lailatul Qadr dan memerintahkan sahabat untuk mencarinya. Beliau membangunkan keluarganya pada malam sepuluh terakhir dengan harapan mendapat malam Lailatul Qadr. Dalam Musnad Ahmad dari 'Ubadah, Rasulullah saw bersabda, "Barangsiapa yang bangun sebagai usaha untuk mendapat malam Lailatul Qadr, lalu ia benar-benar mendapatkannya, niscaya akan diampuni dosa - dosanya yang lalu dan yang akan datang." Sejumlah salafushalih mandi dan memakai minyak wangi pada sepuluh malam terakhir untuk mencari malam Lailatul Qadr, malam yang telah dimuliakan dan diangkatderajatnya oleh Allah. Jika kita termasuk orang yang telah menyia-nyiakan umur, kejarlah segala yang terluput atas dirimu pada malam Lailatul Qadr ini. Sebab malam inilah sebagai pengganti umur, beramal pada malam ini lebih baik dari pada seribu bulan. Malam itu datang pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, tepatnya pada malam-malam ganjil, dan lebih diharapkan lagi pada malam kedua puluh tujuh. Berdasarkan riwayat Muslim dari Ubay bin Ka'ab Radhiallaahu anhu bahwa ia berkata: "Demi Allah, sungguh aku mengetahui datangnya malam itu. Yaitu pada malam yang Rasulullah memerintahkan kami untuk menghidupkannya, yaitu malam kedua puluh tujuh."Namun begitu, hendaknya kita tidak terlalu terpengaruh dengan hitungan malam ganjil atau tidak. Lakukanlah sepenuh kemampuan dan keseriusan setiapmalam-malam dari 10 terakhir bulan Ramadhan. Kerap kali orang yang hanya mencari malam-malam ganjil ternyata justru tidak bisa memaksimalkan amal-amal ibadah di malam bulan itu. Semoga kita dikaruniakan Allah swt termasuk hamba-hamba-Nya yang mendapat rahmat-Nya karena bulan ini. Wallahu'alam
" Janganlah kamu lemah, dan jangan pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang yang paling tinggi derajatnya, jika kamu orang yang beriman " (QS.Ali-Imran : 139)


dari : Majalah Tarbawi

 


Posted by Daniel on Sep 25, '06 3:57 AM for everyone

Semua amal anak Adam dapat dicampuri kepentingan hawa nafsu, kecuali  shaum. Maka sesungguhnya shaum itu semata-mata untuk-Ku dan Aku  sendiri yang akan membalasnya (Hr. Bukhari Muslim).

 

Diriwayatkan daripada Abu Hurairah r.a. katanya: Rasulullah s.a.w. bersabda: …Dan sesiapa yang berpuasa di bulan Ramadan dengan penuh keimanan dan mengharapkan keredhaan Allah, akan diampunkan segala dosa yang dilakukannya sebelum itu

 

Diriwayatkan daripada Sahl bin Saad r.a katanya: Rasulullah s.a.w bersabda: Sesungguhnya di dalam Syurga itu terdapat pintu yang dinamakan Ar-Rayyan. Orang yang berpuasa akan masuk melalui pintu tersebut pada Hari Kiamat kelak. Tidak boleh masuk bersama mereka seorangpun selain mereka. Kelak akan ada pengumuman: Di manakah orang yang berpuasa? Mereka lalu berduyun-duyun masuk melalui pintu tersebut. Setelah orang yang terakhir dari mereka telah masuk, pintu tadi ditutup kembali. Tiada lagi orang lain yang akan memasukinya

 

 

 

Romadhon banyak menjanjikan berbagai kebaikan, sudah selayaknya bila seorang muslim  memiliki rencana yang matang. Dalam hal ini,  menurut saya sangat penting untuk menyusun perencanaan yang baik untuk optimaslisai Romadhon, contohnya:

-         membaca, meng-khatamkan, Taddabur : Al Qur’an,  

-         menghafal Al qur’an,

-         Sedekah setiap hari,

-         membaca buku – buku yang berkaitan dengan Ibadah,

-         membaca Hadist,

-         datang / dengar Majelis Ilmu dan Dzikir,

-         menghafal doa

-         memuliakan Orang Tua

-         dll.

 

Sayang sekali apabila kita tidak merencanakan hal hal yang dapat mengoptimalisasi dan mengisi romadhon.

 

Karena gagal merencanakan berarti merencanakan kegagalan.

 

Saudaraku, yuk ! kita persiapkan secara matang, mungkin bisa dilakukan dengan membuat jadual kegiatan dan bacaan.

 

Contohnya : dalam meng-khatamkan Al-Quran :

 

Halaman dalam Al-Qur’an adalah sebanyak 485 (yang saya punya),

Apabila kita dalam satu hari membaca 20 halaman saja !

Bisa dicicil sebanyak 4 lembar, setiap setelah sholat Fardhu( 5 x 4 = 20 hal )

Berarti dalam 25 hari, Insya Alloh kita bisa khatam membaca Al- Qur’an...

 

Tekad yang sungguh-sungguh untuk optimalisasi Romadhon sangat dibutuhkan untuk mengisi waktu-waktunya dengan berbagai amal shalih.

 

Semoga Alloh yang Maha Penggenggam diri ini

Senantiasa mengkaruniakan kepada kita  hati yang Ikhlas dan Tawadhu

Dan senatiasa  memampukan kita untuk berpuasa dan melaksanakan Ibadah yang lainnya selama Romadhon.

Sebagai ikhtiar kita untuk mendekatkan diri  kepada Alloh ..

Insya Alloh....

 

 

 

Rasulullah s.a.w. bersabda:

Bermaksud: “Barangsiapa yang tidak meninggalkan cakap dusta (batil) dan perbuatannya, maka Allah tidak berhajat padanya dalam meninggalkan makan minumnya”.(Hadis Riwayat Muslim)

 

Maksudnya : “Bukan dinamakan puasa bila hanya sekadar menahan makan dan minum, tetapi puasa yang sungguh-sungguh itu adalah menahan diri dari percakapan yang tidak ada gunanya dan kata-kata yang keji”.

(Hadis menurut Sahih Muslim)

 

Dari Abi Hurairah ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Siapa yang menegakkan Ramadhan dengan iman dan ihtisab, maka Allah telah mengampuni dosanya yang telah lalu. (HR. Bukhari dan Muslim)

 

 

 

 


Posted by Daniel on Aug 21, '06 11:22 PM for everyone

¼ abad lebih ku berpijak di tanah airku Indonesia

betapa dahulu kau diperjuangkan dengan

tetesan keringat, darah dan air mata

 

disini, ku gapai cita citaku

saat letih, jatuh, dan terbangun

hanya kepada tanah air ini ku-rindu tuk kembali

 

Kini dengan segenap kerendahan hati

Dan dengan disertai seluruh rasa hormat dan syukur

Aku anak bangsa yang bangga mencintai tanah airku

 

Walaupun saat ini bangsa ini tidak seseuai dengan yang ku harapkan

Namun percayalah ini adalah episode kita

Lakukan yang terbaik hingga kelak

berbekal bagi tanah air ini dan generasi yang akan datang

 

Dirgahayu Tanah Airku

Dirgaharu Bangsaku

Dirgahayu Indonesiaku



Posted by Daniel on Jul 10, '06 3:52 AM for everyone

M U H A S A B A H  D I R I

oleh KH Abdullah Gymnastiar

TEMA:  SAYA BERSYUKUR ....

 

Allah yang maha agung, maha menatap, maha mendengar, maha memperhatikan, Dia tahu apa yang kita lakukan

Tidak satupun lirikan mata yang luput dari pengetahuan Allah

Tidak ada satu katapun yang terucap yang tidak didengar oleh pendengaran Allah yang maha mendengar

Saat ini kita dihargai orang lain, teman, orang tua sesungguhnya bukan kemuliaan yang kita miliki melainkan karena Allah yang masih menutupi aib kita

Wahai saudaraku sekalian, sesungguhnya kian lama kia dekat dengan kepulangan kita

 

Wahai saudaraku, hidup di dunia hanya sebentar, Allah yang menciptakan kita memilih kita menjadi manusia,

bukan menjadi hewan atau tumbuh tumbuhan

Diantara bermilliaran manusia, kita ditakdirkan menjadi orang islam

Betapa banyaknya manusia yang tidak mengenal islam

Diantara begitu banyak orang islam banyak yang  tidak mengenal sujud dan tausiah, Allhamdullilah,

Kening ini sering diberi kesempatan untuk bersujud, Allhamdullilah

 

Allah memberi mata kepada kita sehingga kita bisa melihat indahnya alam

Kita diberi telinga yang dapat mendengar dengan jelas mendengar suara adzan, mendengar suara bayi yang menangis & dapat menerima ilmu, Allhamdullilah

 

Padahal mudah bagi Allah untuk mengambil telinga ini mudah bagi Allah untuk menghendaki dunia ini menjadi sepi seketika

Allah memberikan kita lidah yang bisa bersuara walaupum Allah tahu betapa banyak dusta yang kita ucapkan,

betapa banyalk fitnah yang kita sebar dari mulut kita

 

Allah maha tahu perasaan yang tercabik akibat lisan kita

Tapi Allah masih memberikan kesempatan untuk menyebut namanya

Dituntun untuk bisa istigfar padahal mudah bagi Allah untuk menjadikan

mulut ini tidak bersuara

 

Allah maha tahu keadaan hati kita yang petantang petenteng, sombong, merasa hebat padahal yang

kita sombongkan adalah titipan Allah

 

Andaikan hari ini malaikat maut berada dihadapan kita,

bekal yang mana yang bisa kita bawa pulang ?

bukanlah kita pasti mati ?

Bukannya semua akan diperhitungkan, mau pulang kemana ?

Saudara saudaraku bukanlah kita ingin pulang kepada Allah ?

 

Kita sering meminta surga tapi amalan kita amalan neraka, kita sering meminta selamat tetapi perbuatan kita celaka

 

TEMA:  KEMATIANKU .....

 

Wahai saudaraku apabila malam ini malaikat maut menghampiri kita maka sholat kita hari ini adalah sholat terakhir kita

 

Wahai saudaraku, ingatlah satu desah nafas adalah satu langkah menuju kubur kita

Semakin hari sesungguhnya kita semakin dekat degan  kematian kita

Kematian bukan hanya milik orang lain tapi juga milik kita

Ingatlah bahwa ajal dapat menjemput kita dimana saja mungkin di kala tidur,

dikala berjalan. Ingatlah bahwa ajal tidak bisa diduga

 

Wahai saudara saudaraku, kita pasti akan mati dan kita pasti akan mempertanggung jawabkan apapun yg kita lakukan

Tidak ada sedikit pun yg kita lakukan akan kembali kepada kita sendiri

Allah melihat persis apa yg kita lakukan tidak ada yg tersembunyi

 

Siapkah kita, andaikata malaikat maut menjemput kita hari ini ?

Ingatlah pada syarakatul maut adalah  saat yg sangat sakit dan pahit

 

Andaikata kita sudah mati tidak ada lagi yang bisa menolong , harta harta kita yang mati matian kita kumpulkan

tak bisa kita bawa karna bukan milik kita tapi milik Allah

Tinggal sehelai kain kafan yang dililitkan ditubuh kita

Bayangkanlah apabila tubuh ini sudah kaku,wajah ini sudah beku

Kain kafan sudah mulai dibungkus

Bersyukur kalau kita ada yang mengurus

Bayangkanlah bila tubuh kita sudah terbukur kaku bersyukur bila ada yang menyolatkan kita

Istri, suami, anak anak kita hanya bisa menangis disekitar kita

Kita akan diusung ke kamar kita yang baru, yaitu ke liang lahat

Wajah kita akan dibuka untuk menyentuh tanah dan papan akan ditutup disekitar kita

Pelan pelan orang yang kita cintai akan menaburkan tanah sehingga semakin gelap, semakin kini sendiri

Tanah semakin penuh, semakin jauh dari mereka

Mungkinkah nanti anak anak kita yang menaburkan tanah, sahabat sahabat kita

Inilah pertemuan terakhir dengan mereka

Tinggallah kita sendiri di liang lahat, mereka semua akan pulang

Tapi yang menjadi masalah ketika mulai datang malaikat kubur,

Mungkin pertanyaannya: “wahai mahluk malang berpuluh puluh tahun engkau hidup di dunia “

Betapa banyaknya engkau menghianati Allah yang selalu menjamumu

Betapa banyak nikmatnya dan kau balas dengan penghianatan

Mungkin saat itu dinding kubur mulai menghimpit tubuh

 

Sebetulnya sholat kita akan membela tetapi sholat kita terlalu lemah, karena tidak pernah khusu

Mungkin sedekah kita akan membela tapi sedekah kita terlalu lemah karena kita terlampau kikir

Mungkin saum kita akan menolong tapi saum kita hanya saum perut, mata tidak pernah saum, mulut tidak pernah saum,

hanya bisa menyakiti orang lain

Mungkin haji kita akan menolong tapi haji kita haji mardun, yang tertolak karena niatnya tidak benar

 

Tinggallah kita menderita, paling hanya doa anak dan keluarga kita yang kita tunggu tunggu, tapi bagaimana ?

Mereka tidak bisa berdoa karna kita tidak pernah mengajarkan mengenal Allah dengan baik

 

Doa tersebut bagai cahaya yang masuk sehingga kubur kita menjadi terang benerang

Berbahagialah bagi orang orang yang cukup bekal, kubur akan menjadi salah satu kenikmatan

Sholatnya menjadi cahaya terang benerang ,

sedekahnya menjadi ganjaran,

wakafnya menjadi pahala yang tak pernah putus,

orang orang yang ditolong akan selalu mendoakan, ilmu yang diajarkan akan mengalir tiga ganjaran

 

Wahai saudaraku, kenapa kita selalu mengganggap kematian itu keliatannya adalah untuk orang lain, padahal kita pasti mati

Setiap perbuatan kita di dunia akan dihitung lengkap, apakah kebaikan, keburukan yang lebih banyak

Wahai Allah, Engkaulah yang maha tahu kapan ajal akan menjemput kami

Kain kafan mana  yang akan dililitkan di tubuh ini,

Juga liang lahat mana yang kami akan huni

Wahai Allah ijinkanlah kami memiliki sisa umur yang benar, ampunilah andaikata selama ini kami menghianatimu

Jadikan harta yang engkau titipkan benar benar dapat menjadi cahaya dalam kubur kami kelak

Jadikanlah sholat sholat kami menjadi pendamping kami ya Allah 

  

 

TEMA: ORANG TUAKU ....

 

Kita tidak tahu akan berapa lama lagi kita bisa menatap wajah ibu bapak kita

Andaikata ibu bapak kita sudah terbungkus kafan

Tidak ada lagi wajah yang bisa ditatap

Tidak ada lagi  tangan yang bisa kita cium

Tidak ada lagi oleh oleh yang bisa kita bawakan

Tidak ada lagi sapaan yang bisa kita tunggu